Rabu, 12 September 2007

what Satan can do to pursue his mission...??

copied, from my FS blog on February.


Rain, rain go away .. come again another day.
All the world are waiting for the sun.

Hm .. I have been putting that verse of Breaking Benjamin’s song entitled Rain, in my prayer to God.
I asked or should we say, I begged, for His mercy, for His grace to stop the rain.
Stress to the max that’s what I feel right now..
Everyday is like a déjà vu for me.
I woke up today just to repeat all the things that happened to me yesterday, and the day before.
I even start to believe that there is nothing new happens under the sun, since the sun itself has been on vacation lately ..
My daily activities for every single day are:
Wake up, pray to God, open my bedroom window, go downstairs, make a glass of milk, go to the bathroom, brush my teeth, wash my face, turn on the computer, read the articles that I’ve copied from relevant magazine, turn the computer off, grab my mobile, listen to Hardrock FM till I fall asleep, wake up at 11.00 am, take a shower, lunch time, online, meet my friends at MSN, after 3 or 4 hours I stop my internet stuff, grab my mobile listen to Hardrock FM again, and the rest .. I’m sure u don’t wanna hear it .. they are just so boring.

See?? Monotone .. nothing different for me between today and yesterday and the day before. It’s just rain and rain and rain and rain .. rain til I drop.
Well .. the good news is I didn’t lose my faith, I didn’t lose my hope that my tomorrow will be a better day. I go to bed early, wishing that I can find something new tomorrow.
But … the bad news is I started to lose my faith just now .. I lost the enthusiasm I’ve been keeping inside myself to face tomorrow .. I start to think that nothing gonna happen tomorrow.

“Nothing will happen, you’re just gonna wake up tomorrow morning, and start to repeat yourself .. repeat your daily activities. All that u will meet is just the feeling of déjà vu, that will strikes u abundantly,” my evil conscience told me.

Being trapped in your own house, in your own life, in your daily routine is so dangerous. And did I mention that this déjà vu thing just happened to me for a week?? While I have a month plus holiday .. so you can count it for me how many days for me to survive from this déjà vu feeling.

My message is this, it’s not about the déjà vu, and it’s not about the feeling of boredom that I suffered, but it’s about how dangerous Satan is .. he uses my boredom to decrease my level of faith upon Him!!!

Are you with me?

I must confess that I am losing my faith. The first time I prayed about this rain stuff, I prayed with all my heart, with all my faith. But yesterday, yes I did pray .. but .. I didnt use my faith .. I just prayed, all that I said to God was, “Yeah Lord .. it’s all up to You .. let your will be done bla bla bla ..” There was despair in my prayer ..

I know that the first thing that I must do, when I feel so desperate is to surrender to God. Not lifting my hands up and say, “It’s done Lord. I got so sick and tired with all of this. So now it’s all up to you .. I want to stop praying for this.”

Surrender is different from give up. Though they have the same meaning in our language, which is “Menyerah”. But for me, I see it this way .. Surrender means you give all your problems to God, let God fix it, but you still have faith on it. But give up means, you quit .. you quit because you don’t know what to do, because you got so tired and sick of your problems, and you just don’t want to face it anymore. Same word, huge different meaning.

Well .. I got so shocked when I found out this fact. I was like, “Oh My God .. I am so sorry! I was lost …”
Then God starts to open my eyes, God starts to give me the reasons why I must feel so grateful instead of feeling so tired and hatred.

1. I am during my holiday now, means I don’t have to go out of my house .. I don’t have to meet “BANJIR”, I don’t have to meet “HUJAN GEDE BESERTA KILAT” .. I can just stay at home, comforting myself with my blanket, listening to music, I can read my bible and everything. Oh geesh I am so selfish, I forgot the fact, that there are a lot of people out there, that whether they like it or not, they must go out and deal with this rainy stuff. Laras must go to her office, Vita too .. Gideon is worse, his 4th semester just started. My own dad, he must go to his office ..

2. I didn’t have to move to somewhere else to save myself and my family from the flood. While my friends, Sasha spent her nites at Acasia Hotel, and Ivon, she moved to her friends house to get away from the flood.

3. My house didn’t get the impact of the electrical problem, while my auntie Stella is.

4. This is the best .. I have the opportunity to do Sabbath! Sabbath --- times of escaping for communion with God. I must send Him a big thanks because of this reason. I have a lot of times to spend to read my bible, and to get to know Him more!!!

So .. I hope you guys learn something from my article. Just remember, Satan can do anything to decrease our level .. he even can use simple and ordinary things to pursue his mission .. (well, yes .. Satan too has a mission and purpose in his life .. haha). So my last word is .. BEWARE!!

Stay blessed!

Jose Carol, Improving Your Listening Skills

Seringkali orang banyak mengeluh tentang hubungan mereka yang rusak dengan kalimat seperti ini, “Suami saya tidak pernah mendengarkan saya”, “Istri saya ga pernah mau dengerin saya”, “Orang tua saya enggak pernah mendengarkan saya.” Which is wrong .. karna ada kata ‘Never’ di situ.

Masalah yang sering datang dalam hubungan kita dengan siapa saja biasanya terjadi karena kita tidak mendengarkan. We don’t listen.

Menurut penelitian, kita menghabiskan 40% dari waktu kita terjaga untuk mendengar. Masalahnya, kebanyakan kita mendengarkan segala sesuatu hanya dengan tingkat efisiensi sebesar 25%. Artinya kalo kita mendengarkan 10 kata, yang benar2 kita simak dari 10 kata tersebut hanya 25%nya saja. 75% sisanya hilang begitu saja. Lost in translation.

Di sinilah letak permasalahan kita. Masalah datang dalam hubungan kita karena kita tidak mendengarkan dengan efektif .. dengan tingkat efisien yang cukup.

Yakobus 1:19
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

Yakobus memperingatkan kita untuk ‘quick to listen, but slow to speak’. That’s why kita punya dua telinga dan satu mulut.

Pendengaran adalah potensi karunia pemberian Tuhan. Sejak kita lahir, kita punya pendengaran. Tapi masalahnya mendengarkan adalah kemampuan yang harus kita kembangkan dalam kehidupan. Dengan kata lain, kita memang bisa mendengar dari lahir .. tapi untuk mendengarkan kita harus belajar. Kata belajar berhubungan dengan sesuatu yang kita latih, yang kita pelajari berulang-ulang.

Statistik mengatakan, untuk kita belajar menulis membutuhkan waktu 12 tahun, dan menulis hanya dipakai sebanyak 12% dalam kehidupan kita. Membaca membutuhkan 6-8 tahun untuk kita pelajari, dan kita menggunakannya hanya 16% dalam kehidupan. Kemudian bicara, secara rata-rata, manusia menghabiskan 1-2 tahun untuk belajar bicara, dan digunakan sebanyak 30% dalam hidup. Sedangkan kemampuan kita untuk mendengar, sudah ada ketika kita masih dalam bentuk janin. Dan pendengaran dipakai 45% dalam kehidupan manusia.

The problem is we have the hearing, but we never learn to listen. Masalah dalam kehidupan terutama dalam relationship, terjadi bukan karena kita tidak punya pendengaran, bukan karena kita tuli. Tapi karena kita tidak pernah belajar untuk mendengarkan. Potensi adalah pemberian Tuhan, tapi keahlian adalah sesuatu yang harus diasah oleh manusia. Kita bisa saja punya potensi, tapi kalau kita tidak pernah mengasah potensi tersebut menjadi suatu keahlian maka potensi tidak bisa mendatangkan suatu keuntungan bagi kita.

Misalnya, kecerdasan atau intelligence merupakan potensi yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia. Tapi kemampuan untuk berpikir adalah keahlian yang harus kita latih. Keberhasilan hanya bisa didapat dalam kehidupan hanya saat potensi bertemu dengan keahlian.

To listen, untuk mendengar, untuk menyimak merupakan salah satu keterampilan dasar yang paling penting, terutama jika kita ingin membangun satu hubungan yang berhasil.

Statisik mengatakan 90-95% dari apa yang kita dengarkan akan hilang pada hari yang ketiga.

Ada 3 kebiasaan buruk yang menghalangi manusia untuk mendengarkan:

1. Kita seringkali terburu-buru mengambil kesimpulan.

Amsal 18:13 “Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya”

Bahasa Inggris Living Bible: “It is stupid to decide before knowing the facts.”

Contoh kasus, ada Office Boy yang baru kerja di Jakarta baru datang dari desa. Dia dikasih setumpuk dokumen, dan dia sedang berdiri di depan sebuah mesin penghancur kertas. Wajahnya tampak bingung. Kemudian seorang sekretaris senior lewat dan melihat wajah si Office Boy yang kebingungan. Dia bertanya, “ Ada yang bisa saya bantu?” Si Office Boy bilang, “Cara kerja mesin ini gimana …” Si sekretaris langsung mengambil tumpukan dokumen tadi kemudian langsung memasukkannya ke dalam mesin penghancur kertas. Si sekretaris bilang, “Cuma begini aja. Gampang, kan ?” Tapi si Office Boy kemudian bertanya, “Itu tadi di-copy berapa rangkap?”

See .. we got to listen to the end! Jangan tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan. We think we know what the other people going to say. Berapa sering kita liat orang berantem kemudian salah satu bilang, “Gw pikir maksud elo tadinya itu ..” (PLAK! Sangat menampar!)

Kesalahpahaman terjadi ketika kita berpikir orang lain akan berkata seperti apa yang kita pikirkan. Yang lebih fatal lagi kalau kita pikir semua orang pikirannya sama dengan kita! Itu presumption yang paling bodoh.

Jangan pernah melakukan ini, ketika ada orang sedang cerita .. kemudian anda potong dengan mengatakan, “Gw tau .. begini, iya kan?”

2. Ketidaksabaran.

Seringkali kita tidak sabar ketika mendengarkan orang.

Sebuah penelitian berkata, Otak manusia rata-rata mampu menangkap 650 kata per menit. Namun kecepatan rata-rata seorang manusia dalam berbicara hanya 150 kata per menit. Jadi masih ada gap 500 kata di otak manusia. Itu sebabnya seringkali ketika kita sedang mendengarkan sesuatu, otak kita malah kemana-mana.

That’s why kita harus belajar sabar untuk mendengarkan. Instead of, kita suruh orang lain ngomong supaya lebih cepat .. harusnya kita adjust otak kita untuk mendengar lebih lambat. Seberapa sering kita ketemu orang lagi mendengarkan tapi dia terus menerus bilang, “Ya … terus?? Lalu ….”

It’s about our self-control. Salah satu ciri orang yang ga sabar, he/she always finish the sentence for the other person.

Amsal 29:20

Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu.

Bahasa Indonesia Sehari-hari:

“Lebih banyak harapan bagi orang dungu daripada bagi orang yang berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu.”

3. Kesombongan.

Kesombongan menghalangi seseorang untuk mendengarkan pengajaran apa saja.

Amsal 12:15

Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.

Bahasa Indonesia Sehari-hari:

“Orang dungu merasa dirinya tidak pernah salah, tapi orang bijaksana suka mendengarkan nasihat.”

So if you don’t want to be called “DUMB” you better listen to good consult.

“Talk and you’ll say what you already know. But listen and you’ll learn something new” – Anonymous.

Amsal 15:31
Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak.

Good News Bible:
“If you pay attention when you are corrected, you are wise.”

Bagaimana caranya kita belajar mendengarkan?

1. Learn to listen with your eyes.

80% komunikasi manusia bersifat non-verbal, tidak bersifat suara. When you talk to someone, look at that person into his eyes.

2. Listen with your heart.

how are u gonna deal wif God's No?

Suatu hari di surga. Tuhan sedang berkeliling mengawasi kerja para malaikat. Dia masuk ke ruangan-ruangan khusus yang mengatur setiap aspek kehidupan manusia. Ada ruang “KEUANGAN”, “KELUARGA”, “PEKERJAAN”, “PENDIDIKAN”, “PERCINTAAN”, dll.
Tuhan masuk ke ruang “PERCINTAAN”. Ada puluhan malaikat di sana, masing-masing sibuk di depan komputernya. Ada juga yang mundar-mandir membawa tumpukan kertas. Semua terlihat sibuk. Sibuk menentukan jodoh bayi-bayi yang baru lahir. Sibuk menjauhkan orang-orang dari pasangan yang bukan jodoh mereka. Sibuk mengirimkan roh kudus untuk menasihati pasangan-pasangan yang sedang bermasalah, dan lain sebagainya.
Ketika Tuhan masuk, Dia bertanya, “Bagaimana kehidupan percintaan anak-anakKu?”
“Semua berjalan seperti seharusnya .. ada beberapa masalah kecil, tapi kami bisa menanggulanginya.”
“Lalu, siapa saja yang mau menikah tahun ini??” tanya Tuhan.
Ada banyak, Bos. Jutaan pasangan. Tapi hanya ratusan yang sudah meminta izin dari Bos,” jawab salah seorang malaikat.
“Oh, Bos .. ini ada satu lagi yang mau menikah. Mereka berdua sedang minta izin pada Bos,” salah seorang malaikat menunjuk komputernya yang sedang berkelap-kelip layarnya. Setiap kali ada pasangan yang mau menikah, salah satu layar komputer di ruangan ini pasti berkelap-kelip, menunjukkan bahwa pasangan itu sedang minta restu dari Tuhan.
“Hm .. coba Saya lihat.” Tuhan berjalan menghampiri komputer itu. Di layar tertulis, ‘MINTA IZIN UNTUK MENIKAH’, kemudian di bawahnya ada tiga pilihan, ‘TERIMA’, ‘TUNDA’, dan ‘TOLAK’.
Tuhan merenung, Dia membaca profile pasangan itu terlebih dulu.
“Bryant; 28 tahun; Youth Pastor; Worship Leader; belum pernah berpacaran sebelumnya; lahir baru usia 15 tahun; sudah memenangkan banyak jiwa; melakukan segala sesuatu dengan berdoa dan bertanya kepada Tuhan lebih dulu; cinta Starbucks; suka banget makan babi .. bla bla bla.”
“Tasya; 24 tahun; Worship Leader; Cell group Leader; saat teduh sehari dua kali, mengandalkan Tuhan selalu; lahir baru umur 17 tahun; suka banget cokelat; suka warna merah .. bla bla bla.”
Tuhan menggerakkan kursor, dan mengklik pilihan ‘TUNDA’ .. keluar dua pilihan baru lagi, ‘DIAMKAN’, dan ‘UJIAN’.
Tuhan mengklik, ‘UJIAN’.
“Tapi, kenapa BOS?? Apa yang salah dari mereka?? Mereka sudah melayani Mu sejak lama. Mereka hidup seturut dengan firman Mu. Mereka bahkan bertemu karena doa mereka kepada Mu. Asal tahu saja, Bos, selama dua tahun mereka pacaran, hal terjauh yang pernah mereka lakukan hanya berpegangan tangan,” tanya si malaikat.
“Sudah tahu. Kamu pikir Saya senang memberi ujian pada anak-anak Saya? Kamu pikir Saya tidak sedih kalau harus berkata tidak pada mereka? Saya mau lihat dulu .. sampai sejauh mana kesetiaan mereka kepada Saya. Apakah dengan ujian ini, mereka masih akan tetap setia kepada perkataan Saya atau tidak.”
Setelah Tuhan mengklik, ‘UJIAN’ .. muncul kolom yang panjang yang tidak ada ujungnya. Maka Tuhan mulai mengetik di setiap kolom tersebut. ‘Dipisahkan oleh jarak, Tasya akan dikirim untuk pelayanan di Australia. Orangtua mereka tidak setuju akan hubungan mereka.’
Tuhan berhenti mengetik, kemudian berkata, “Baiklah .. dua ujian saja sepertinya cukup. Kita lihat apa reaksi mereka.”


Keesokan harinya, datang selembar surat di meja kerja Tuhan.
‘Tuhan, entah apa rencana Tuhan di dalam hubungan kami. Engkau mengatakan TIDAK pada doa kami kemarin. Baik, kalau memang rencana-Mu seperti itu. Biar kehendak-Mu saja yang jadi atas hidup kami, Tuhan. Rencana-Mu pasti indah pada waktunya. Sementara itu, kami akan tetap beriman pada-Mu. Kami memegang teguh janji-Mu, Tuhan. Jaga hati kami agar kami tetap setia pada-Mu, walaupun di tengah ujian ini Tuhan. Kami tidak bisa melihat rencana-Mu .. tapi kami tahu di balik semua ini tersimpan sesuatu yang besar untuk kami. Kami hanya ingin berserah padaMu saja Bapa. Thank you Lord for giving us this ‘NO’, mungkin memang belum waktunya bagi kami untuk menikah. Bryant dan Tasya.’

Tuhan melipat kertas itu. Dia tersenyum kemudian mengangkat gagang telepon dan menelpon malaikat yang menangani kasus Bryant dan Tasya ini.
“Ya, Bos ..” terdengar suara si malaikat di seberang sana.
“Tolong .. taruh tenggat waktu enam bulan dalam kolom daftar ujian. Kabulkan doa mereka untuk menikah enam bulan lagi.”
“Baik, Bos!!”

-Happy Valentine, inspired by Jussar Badudu’s sermon, It’s a NO-

Jussar Badudu, Bijak.

Waduh .. Paman Jacko kembali beraksi dengan sermonnya yang sangat menampar.
Gila .. si Om Uce tuh kalo khotbah simple tapi nampol banget .. contohnya2 tuh real banget .. bravo .. praise God.
Sermonnya keren banget, sperti biasa klo ada sermon keren gw pasti post di blog ini.
Kalo kepanjangan atau bosen bacanya silahkan copy ke word .. atau klo mau gampang beli aja CDnya di Insight Store kalo udah ada.

-BIJAK-

Usia seperti kalian para Oxygeners, teenagers, early 20, pasti begitu banyak menghadapi yang namanya kesempatan atau keinginan yang datang dalam hidup.

Keinginan atau kesempatan ini mungkin sifatnya baru, baru pertama kali dalam hidup .. dan biasanya pertanyaan yang keluar ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang sifatnya pertama kali atau baru dalam hidup adalah “Boleh apa enggak?” “Benar atau salah saya mendapat kesempatan yang baru ini?” Mungkin paling gampangnya soal pacaran. Mungkin ada di antara kalian yang baru kenal yang namanya pacaran. Kalian yang baru dalam hal berpacaran lantas bertanya, “Pilih pacar yang bener itu gimana, sih? Gaya pacaran yang benar itu gimana, sih?”
Atau yang ekstrim, misalnya rokok. “Boleh apa enggak sih ngerokok? Kayaknya Alkitab enggak pernah nulis soal rokok, deh.” Atau, “Ngeliat internet sejauh mana sih yang diperbolehkan?”
Atau enggak yang simple aja .. misalnya kalian dihadapkan pada pilihan ‘A atau B’. “Pilih yang mana, ya? Yang bener yang mana ya, A atau B?”

What I’m trying to say is .. saya ingin kita di tahun yang baru ini, saya ingin kita belajar bagaimana caranya memilih sesuatu yang tentunya menguntungkan buat kita. Dengan lain kata, yang tidak merugikan kita.

Instead of kita tanya ‘boleh atau enggak’. Instead of kita nanya, ‘yang mana yang bener yang harus kita ambil’. Lebih baik menurut saya, kita punya pertanyaan seperti ini .. “Bijaksana ga saya mengambil keputusan ini?”

Efesus 5:15-17.
5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Ada 3 jenis perilaku yang disebut di situ
1. Janganlah seperti orang bebal.
2. Tetapi seperti orang arif. Atau dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari, orang bijak.
3. Janganlah kamu bodoh atau goblok. Sesuai dengan moto gereja kita, Dilarang Goblok.

Selain 3 kata tadi, bebal, arif, dan bodoh. Ada juga bagian yang enggak kalah penting yaitu, “Perhatikanlah dengan saksama.” Dalam bahasa inggrisnya disebut, “Be careful. Be very careful.”
Ayat ini juga bilang, “pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini jahat.”
Hari-hari yang jahat itu kapan? Sejak ayat tadi ditulis sampai sekarang. Bahkan kebenarannya adalah, dunia ini semakin jahat setiap harinya. Dunia ini jahat sejak Adam dan Hawa bikin dosa sampai sekarang.
Dan kejahatan dunia itu bisa menghancurkan tubuh kita, jiwa kita, hubungan kita, dan karakter kita. Meskipun 1 Yohanes 5:19 berkata, “Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.” Meskipun kita sudah lahir baru, kita sudah terima Yesus, sayangnya kita tetap tinggal di dunia yang jahat ini. Dunia yang dikuasai sama si jahat.

Makanya kalau kita ingin bepergian, mau jauh atau dekat, orang yang kita tinggalkan pasti bilang Titi DJ! Hati-hati di jalan, take care, be careful. Tapi untuk kita menjadi hati-hati saat kita dalam perjalanan, itu sepenuhnya keputusan kita. Karena mau berapa banyak orang bilang hati-hati, tapi kalo kitanya enggak mau hati-hati ya percuma. Dan untuk membekali keputusan kita untuk berhati-hati, kita harus antisipasi terlebih dahulu sebelum kita melakukan perjalanan, sebelum kita memutuskan untuk berhati-hati. Untuk apa kita perlu antisipasi? Karena sehati-hati apa pun kita, kita tetap tidak akan tahu apa yang ada, yang menanti di depan kita. Even satu detik yang ada di depan kita, kita enggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. So it would be better for us to .. Hati-Hati.

Namun, sayangnya kehati-hatian kita yang merupakan sebuah kebijaksanaan bagi kita .. sering dianggap sebagai sebuah kebodohan oleh orang dunia. Mereka ngomong, “Ngapain lo setiap minggu ke gereja?” “Elu ngapain ikut kelompok sel? Enggak ada kerjaan lain apa? Pake ikutan bible study pula.”

Well mungkin kalian bukan tipe orang yang enggak ekstrim. Enggak ngerokok, enggak buka2 situs yang ‘aneh’, gaya pacarannya enggak ekstrim. Tapi .. kadang sesuatu yang bodoh enggak harus ada karena kita melakukan sesuatu yang bodoh.

Ciri-ciri orang bodoh, bijak, dan bebal.

Bodoh:
1. Tau mana yang benar dan yang salah, tapi pilih yang salah.
2. Ga punya standar sikap / perilaku.
3. Langsung melakukan apa yang dirasakan atau impulsif.
4. Go with the flow dengan emosi (dikuasai perasaan).
5. Sering tidak punya penjelasan atas tindakannya.
6. Melakukan sesuatu tanpa pikir akibat / konsekuensi.
7. Ga mau dengar nasihat, selalu merasa benar.
8. Berakhir dengan ‘trouble’ dan bingung.
9. Hasilnya: merugikan, menderita, sakit, hancur.

Sementara bijak merupakan lawan dari semua yang ada di atas tadi.

Bebal / stubborn:
1. Bertindak lebih jauh dari si bodoh ditambah suka mengkritik si bijak.
2. Mengejek orang yang berbuat bener.
3. Sombong / sok pintar.
4. Selalu membuat keputusan yang jauh dari bijaksana.
5. Keputusan2nya membawa kepada kehancuran diri.

So, memilih pacar itu bukan soal bener atau salah. Tapi soal, “Is this wise for me .. is it wise for me to choose him / her.” Kalo ditanya bener atau salah, karena enggak menjamin .. karena batas antara salah dan benar itu biasanya tipis. Akan lebih efektif jika kalian bertanya, “Apakah bijaksana bagi saya atau tidak.”
Sama juga dengan hal2 yang simple, seperti memilih sekolah misalnya. Atau soal pelayanan kalian. Bijaksana enggak kalian ada di dalam satu pelayanan, tapi sebenernya kalian ga suka sama pelayanan kalian, kalian melakukannya cuma supaya dipandang baik oleh orangtua dan temen2.

So, what is the wisest thing for me to do???
Itu yang harus jadi pertanyaan kalian mulai sekarang ketika kalian dihadapkan pada sebuah pilihan atau kesempatan. Jangan sampai kalian salah mengambil keputusan, karena resiko yang kalian terima nantinya kalian juga yang akan merasakan, bukan orang lain, bukan orangtua, bukan saudara, bukan temen2.

Amsal 9:10
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Jadi supaya kita mendapat hikmat, supaya kita bijaksana .. kita harus takut akan Tuhan. Enggak perduli kita udah lahir baru atau belum, tapi kalau kita enggak takut akan Tuhan .. kita enggak jadi dewasa dalam Kristus. Dan enggak cuma takut akan Tuhan, kita harus lebih mengenal lagi Dia .. supaya pengertian2 yang ada pada kita merupakan pengertian2 yang datangnya hanya dari Dia.

Amsal 3:5
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Bahasa Indonesia Sehari-hari:
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan jangan mengandalkan pengertianmu sendiri